Ragam Jenis Pengantin Adat Batak

pengantin-adat-batak

Dalam perkawinan adat Batak dikenal beberapa istilah pernikahan berdasarkan alasan dilakukan pernikahannya. Dikenal minimal 10 jenis perkawinan pengantin adat Batak.

Pernikahan merupakan sesuatu yang sakral dan dalam adat budaya Batak sangat menjungjung tinggi upacara pengantin adat Batak. Dikenal beberapa istilah pernikahan dalam budaya adat batak yaitu :

  1. Manalua, yaitu kawin lari atas dasar kesepakatan bersama, biasanya terjadi karena tidak mendapat restu orang tua.
  2. Mangabing Boru, berarti kawin lari karena paksaan karena lamarannya ditolak.
  3. Mahuempe, perkawinan atas desakan perempuan.
  4. Panoromi, perkawinan yang direncanakan untuk menggantikan istri yang meninggal.
  5. Singkat Rere, perkawinan karena suami meninggal, yang pertama dipertimbangkan sebagai pengganti yaitu adik laki-laki dari suami atas dasar ganti tikar.
  6. Merimbang atau Poligami, sebagian dengan alasan belum memiliki keturunan, biasanya istri pertama memilihkan istri kedua dari anggota keluarga terdekat.
  7. Parumaen di losung yaitu perkawinan sebagai agunan utang, biasanya menyerahkan anak gadisnya untuk dipertunangkan kepada anak pemberi utang.
  8. Marsonduk Hela, perkawinan menumpang pada mertua, alasan karena mas kawin yang kurang maka menantu tinggal bekerja di rumah mertua.
  9. Manggogol, perkawinan karena digauli secara paksa oleh orang tidak dikenal, kalau pihak perempuan tidak keberatan dilanjutkan ke jenjang pernikahan resmi
  10. Dipaorohan yaitu pertunangan anak-anak biasa dilakukan jaman dulu oleh raja-raja dengan alasan hubungan persahabatan.

Dengan dasar-dasar tersebut maka diberlakukan pernikahan pengantin adat Batak dengan atau tanpa rangkaian upacara yang panjang namun dengan alasan tersebut tetap terjadi pernikahan.